Tampilkan postingan dengan label Penuntun Kembali Ke Jalan Yang Benar Bab 8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penuntun Kembali Ke Jalan Yang Benar Bab 8. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Desember 2015

Penuntun Jalan 125



Penuntun Kembali Ke Jalan Yang Benar 125

Tanya :
Apakah masih ada lagi hal lain yang perlu diperhatikan?

Jawab :
Apa yang telah dibahas sebelumnya merupakan pokok-pokok yang paling penting. Bila praktisi dapat sejak dini mempersiapkan sedemikian rupa, maka saat menjelang ajalnya, takkan menemukan banyak kesilapan. Bila ingin mendalaminya dengan lebih mendalam maka dapat membaca buku yang berjudul “Masalah terbesar dalamkehidupan manusia”, boleh dijadikan sebagai materi pertimbangan.

Penulis : Upasaka Zhan De-ke
Disahkan oleh : Master Yin Guang




歧路指歸
 (一二五)

【問】還有其他要住意的事嗎?

【答】上面所說的話,都是最要緊的。學佛的人,能這樣的準備,到臨終時,自然不至於出什麼差錯。若要知道詳細些,有一本書,叫作飭終津梁,看看便知。還有「臨終三大要」、「人生之最後」、及「人生最大的一件事」等書,都可以參考。

印光大師 鑑定
戰德克 編述


Penuntun Jalan 124



Penuntun Kembali Ke Jalan Yang Benar 124

Tanya :
Apakah mendiang sudah berhasil terlahir ke Alam Sukhavati atau tidak, mungkinkah orang lain bisa mengetahuinya?

Jawab :
Bisa! Bila praktisi tersebut mengetahui terlebih dulu waktunya terlahir ke Alam Sukhavati. Sampai pada hari kepergiannya, dia melihat Buddha Amitabha datang menjemput, begitu bersukacita melafal Amituofo dan meninggal dunia. Seluruh hadirin akan mendengar irama kebahagiaan yang dialunkan dari angkasa, mencium keharuman nan istimewa, ini merupakan bukti bahwa praktisi itu telah terlahir ke Alam Sukhavati.

Tetapi bila ketrampilan melatih diri si praktisi agak kurang sedikit, tidak ada gejala-gejala bagus seperti yang disebutkan diatas, maka setelah si praktisi menghembuskan nafas terakhir, meskipun telah melewati seharian, bila jasadnya disentuh dengan halus, seluruh badannya telah dingin, namun bagian kepalanya masih terasa hangat, ini juga tanda bahwa dia terlahir ke Alam Sukhavati.

Bila bagian mata yang terakhir menjadi dingin, terlahir ke Alam Surga. Bagian dada yang terakhir dingin, terlahir kembali di Alam Manusia. Bagian perut yang terakhir jadi dingin, jatuh ke Alam Setan Kelaparan. Bagian lutut yang terakhir jadi dingin, jatuh ke Alam Binatang. Telapak kaki yang terakhir jadi dingin, jatuh ke Alam Neraka. Ini disebutkan di dalam sutra Buddha.

Tetapi patut diketahui, asalkan melafal Amituofo dengan kesungguhan hati, maka dengan sendirinya dapat terlahir ke Alam Sukhavati, jadi tidak perlu diraba-raba bagian mana yang dingin terlebih dulu atau belakangan, oleh karena apabila kesadarannya belum meninggalkan tubuh kasarnya, sehingga merasakan kesakitan, timbul amarah kebencian akibatnya tidak bisa terlahir ke Alam Sukhavati, maka tindakan ini telah mencelakainya secara mendalam.   

Penulis : Upasaka Zhan De-ke
Disahkan oleh : Master Yin Guang



歧路指歸
 (一二四)

【問】死者究竟生了西方沒有,別人有法子知道嗎?

【答】有!如果死者預知自己死的日期和時辰。到那時,看見佛來迎接,很娛快的念著佛死去。別人聽見空中的樂聲,聞見奇異的香氣,這固然是往生西方的證據。即使功夫差一點,沒有那些好處,祇要人斷了氣以後,經過半天,別人輕輕試探他的身上。若是通身已冰冷,祇有頭腦門還是熱的,這也一定是往生西方無疑了。眼最後冷的,生天道。心最後冷的,生人道。肚子最後冷的,生鬼道。膝蓋最後冷的,生畜生道。腳底最後冷的,墮地獄道。這都是佛經上說的。不過還應該知道,祇要大家至誠念佛,自然可以往生西方,切勿屢次去試探冷熱。因為這時候死者神識未離,倘或受了刺激,心生煩惱,以致不能往生,那就害事不淺了。

印光大師 鑑定
戰德克 編述


Penuntun Jalan 123



Penuntun Kembali Ke Jalan Yang Benar 123

Tanya :
Apakah mengundang Bhiksu atau pendeta Tao datang membaca sutra ada gunanya?

Jawab :
Jika ingin membaca sutra maka undanglah Bhiksu dan tidak boleh mengundang pendeta Tao. Masa kini Bhiksu yang benar-benar menjalankan sila dengan disiplin sudah amat sedikit, maka itu bagusnya sanak keluarga dan sanak saudara berkumpul di depan papan sembahyang mendiang lalu perbanyak melafal Amituofo bersama-sama, ini juga serupa. Sebenarnya jika mengundang Bhiksu, juga lebih baik melafal Amituofo.  

Penulis : Upasaka Zhan De-ke
Disahkan oleh : Master Yin Guang



歧路指歸
 (一二三)

【問】請和尚道士唸經有用嗎?

【答】要唸經,應該請和尚,不可用道士。其實現再戒行精嚴的和尚也很少,即就自己家屬在靈前多多念佛,也是一樣。即是請了和尚,也是念佛較好。

印光大師 鑑定
戰德克 編述


Penuntun Jalan 122



Penuntun Kembali Ke Jalan Yang Benar 122

Tanya :
Jadi memandikan jasad mendiang, menggantikan pakaian dan sebagainya, kapan baru dilakukan?

Jawab :
Seharusnya menunggu hingga jasad mendiang sudah dingin seluruhnya, barulah boleh memandikan dan menggantikan pakaian jasad mendiang. Bila jasad yang telah dingin jadi kaku, maka boleh menggunakan handuk yang dibasahi air hangat, lalu dilap atau dikompres pada bagian yang kaku seperti lengan, siku, lutut dan bagian tubuh lainnya yang sudah kaku, dalam sekejab juga akan jadi lembut.

Penulis : Upasaka Zhan De-ke
Disahkan oleh : Master Yin Guang



歧路指歸
 (一二二)

【問】那麼沐浴換衣等的事情,應該在什麼時候辦呢?

【答】應該在死者通身冷透了以後,纔可以洗澡換衣纔可以哭泣。如果身體冷了轉硬,可用熱毛巾搭在臂肘膝灣等地方,一會而即可變軟。

印光大師 鑑定
戰德克 編述


Penuntun Jalan 121



Penuntun Kembali Ke Jalan Yang Benar 121

Tanya :
Sudah berniat terlahir ke Alam Sukhavati, apakah masih perlu dibantu orang lain lagi?

Jawab :
Betul! Praktisi pelafal Amituofo, saat menjelang ajal ada tiga persyaratan yang amat penting, jadi memerlukan bantuan orang lain, antara lain :

Yang pertama, saat pasien menjelang ajal, keluarga dan kerabat tidak boleh berbincang-bincang di depan si pasien, menangisi dan mengeluh. Seharusnya menasehati pasien supaya melepaskan semua kemelekatan, menfokuskan pikiran melafal Amituofo. Andaikata ajalnya belum tiba, melafal Amituofo dapat membuat penyakitnya jadi sembuh. Andaikata ajalnya telah tiba, penyakit tak kunjung sembuh, dengan melafal Amituofo dapat membantunya terlahir ke Alam Sukhavati.

Buddha takkan mengikrarkan tekad palsu, jadi pasti datang menjemput; setelah terlahir di Alam Sukhavati, ada beragam manfaat yang takkan habis diungkapkan dengan kata-kata, yang pasti lebih baik daripada menjalani siksaan di dunia yang penuh dengan kekeruhan ini, begitulah kita menasehatinya.

Saat si pasien masih dapat melihat, maka gantunglah selembar poster Buddha Amitabha. Dengan demikian di dalam penglihatan pasien ada Buddha Amitabha, di hatinya ada Buddha Amitabha, dengan sendirinya takkan kehilangan pikiran benar (pikiran yang melafal Amituofo), sehingga takkan melupakan Buddha.

Yang kedua, sanak keluarga harus membagi grup yang bergiliran melafal Amituofo, untuk membantu si pasien. Meskipun telah menuruti perkataan di atas memberi ceramah padanya, tetapi kekuatan hati si pasien begitu rapuh, maka itu membutuhkan bantuan orang lain barulah bisa.

Andaikata di dekat tempat pasien berada, terdapat praktisi Ajaran Buddha, yang membentuk grup pelafal Amituofo, boleh mengundang beberapa sahabat Dharma datang membantu melafal Amituofo. Sebaliknya bila tidak ditemukan Kelompok Zhu Nian (grup pelafal Amituofo yang membantu melafal Amituofo bagi pasien atau orang yang menjelang ajal), maka dapat mengumpulkan sanak keluarga sendiri, membaginya menjadi beberapa grup, lalu bergiliran dan saling bergantian melafal Amituofo di dekat pasien.

Suara lafalan Amituofo hendaknya jangan terlalu tinggi dan juga jangan terlalu rendah, jangan terlalu cepat juga jangan terlalu lambat, setiap kata yang dilafal haruslah terdengar jelas, setiap lafalan terdengar begitu jelas, sehingga pasien yang mendengarnya dapat mengukir lafalan Amituofo di dalam sanubarinya.

Setelah satu grup selesai melafal Amituofo, maka grup lainnya segera menggantikan melafal Amituofo, tidak boleh terputus. Bila pasien sanggup ikut melafalnya maka ini akan lebih bagus lagi, tetapi bila tidak sanggup, maka mintalah agar dia mendengar orang lain melafal Amituofo.

Meskipun pasien telah menghembuskan nafas terakhir, lafalan Amituofo juga tidak boleh terputus, tetapi harus dilanjutkan melafalnya, makin lama makin bagus. Paling tidak 8 jam dihitung sejak pasien menghembuskan nafas terakhir, barulah boleh berhenti. Oleh karena meskipun nafas pasien sudah berhenti, namun kesadaran (alaya-vijnana) nya masih belum meninggalkan tubuh kasarnya, maka itu selama kurun waktu beberapa jam setelah pasien meninggal dunia, orang lain membantunya melafal Amituofo, hasilnya ini sungguh efektif.

Yang ketiga, jangan memindahkan jasad pasien, menangisi, memandikan, mengganti pakaian dan sebagainya. Tak peduli bagaimanapun sikap pasien meninggal dunia, baik duduk maupun berbaring, biarkan saja secara alami, jangan sembarangan menggerakkan atau memindahkannya.

Oleh karena begitu pasien menghembuskan nafas terakhir, tak peduli dia akan terlahir di Alam Sukhavati atau Alam Surga juga dalam ketrampilan yang hanya sekejab tersebut. Semua orang hanya bisa membangkitkan ketulusan membantunya melafal Amituofo, ini merupakan hal yang paling bermanfaat.

Orang awam banyak yang tidak paham, sehingga begitu pasien meninggal dunia, segera dimandikan atau digantikan pakaian dan lain sebagainya. Mereka tidak tahu bahwa begitu digerakkan, pasien masih belum menghembuskan nafas terakhir, sehingga menderita kesakitan yang tak terungkapkan dengan kata-kata. Meskipun nafasnya sudah berhenti, tetapi kesadarannya masih belum meninggalkan tubuhnya, masih dapat merasakan, begitu anda menggerakkan tubuhnya, dia jadi kesakitan, begitu kesakitan sehingga timbul kebencian, kebanyakan terjatuh ke Alam Binatang, menjadi sejenis ular berbisa, sungguh mengerikan.  

Pada waktu begini, orang di kala menjelang ajal atau baru meninggal dunia, bila mendengar suara tangisan, maka akan mudah muncul perasaan sayang dan tak ikhlas. Begitu perasaan ini muncul, maka harapan untuk terlahir ke Alam Sukhavati jadi pupus.

Sebagian besar orang, terhadap urusan saat ayahbundanya menghadapi ajal, tak peduli bagaimanapun kondisi pasien, mereka hanya mengikuti kebiasaan awam, begitu nafas pasien berhenti, dengan tergesa-gesa memandikan dan menggantikan pakaian mendiang, menangisi dan menjerit histeris.

Akhirnya mengakibatkan ketrampilan melafal Amituofo yang dilatih ayahbunda sepanjang hidup, harapan mereka untuk terlahir ke Alam Sukhavati kini pupus sudah, gara-gara perlakuan sanak keluarga dan sanak saudara, dengan cara paksa mendorong mereka ke alam penderitaan. 

Setelah ayahbunda jatuh ke alam penderitaan, barulah anak cucu mengundang Bhiksu atau pendeta Tao datang membuat upacara-upacara dan ritual-ritual, supaya orang lain yang melihat hal ini menganggapnya sebagai anak berbakti. Cara begini namanya menjual bakti, dosa ini adalah amat besar dan besar sekali.

Penulis : Upasaka Zhan De-ke
Disahkan oleh : Master Yin Guang



歧路指歸
 (一二一)

【問】要往生西方,還別人幫助嗎?

【答】對哩!念佛的人,臨終有三件很要緊的事,都是要別人幫助纔行,我且說給你聽聽:

第一、 在病人臨終的時候,凡是眷屬們,切不可在病人跟前說長說短,哀聲嘆氣。應該勸病人放下一切,一心念佛。若不該壽終,念佛可以使病快好。要是病不該好,念佛可以往生西方。佛無虛願,一定親來接引﹔生到極樂世界去,有說不盡的好處,比在這惡濁的世界上受罪好得多,這樣開導一番。再在病人能看見的地方,懸上一張佛像。這樣病人眼裡有佛,心裡有佛,自然不至於失去正念,把佛給忘了。

第二、 家裡的人,要分班念佛,幫助病人。雖然已經照上面的話開導過,但是病人的心力很弱,非有別人幫助不可。如果附近有學佛的人、組織的念佛團,可以請幾位來助念。若是沒有助念團,可以把自己家中的人,分成幾班,在病人根前輪流念佛。聲音要不高不低,不快不慢,字字分明,句句清楚,使病人字字句句入耳經心。這班唸過了,那班要緊接著念,不可間斷。病人能隨著念更好,如果不能,叫他靜靜,聽別人念也是一樣。直到短斷了氣以後,仍然要照常念,念得越久越好。至少病人斷氣以後再念八個鐘頭,纔可以結束。因為死者氣雖斷了,神識還沒有離開身體,所以死後的幾小時內,別人替他助念,效果極大這是非常重要的。

第三、 切忌搬動、哭泣、洗澡、換衣服等的事情。病人或坐著,火靠著,或仰臥,或側臥,都可聽其自然,不要胡亂搬動。因為病人將死,或剛死的時候。或生西方,或生天堂,或入地獄,都在這一剎那的工夫。大家祇可至誠的幫他念佛,最為有益。俗人無知,往往忙著洗澡換衣服等事情。不知這麼一弄,病人還沒斷氣,其苦痛自不必說。就算已經斷氣,他的神識尚未離開,依然還有知覺,一動則身體非常的痛苦,痛苦則生瞋恨心,多墮在畜生道中,變作毒蛇一類的東西,非常的可怕。這時將死或剛死的人,若聽見眷屬哭泣,就容易動情愛。一有此心,也就沒有往生的希望了。許多人,于父母臨終時,不管病人怎麼樣,祇是隨著世俗的習慣,忙著沐浴穿衣,大哭大叫。以致父母一生念佛求生西方的希望,成了泡影,被這班無知的眷屬,硬推到惡道裡去。及至父母墮了惡道,兒孫們纔請些和尚道士大鬧排場,好叫人家說他是孝子。這等辦法叫做賣孝,罪過是很大很大的。

印光大師 鑑定
戰德克 編述


Jumat, 27 November 2015

Penuntun Jalan 120



Penuntun Kembali Ke Jalan Yang Benar 120

Tanya :
Lantas bagaimana sebaiknya?

Jawab :
Seorang praktisi yang membangkitkan niat belajar Ajaran Budddha, seharusnya menasehati seluruh keluarga, kerabat, sahabat dan kenalannya, supaya ikut melafal Amituofo. Ini bukan saja membawa manfaat bagi orang lain, tetapi juga membawa manfaat bagi diri sendiri. Kalau bukan demikian, menanti saat ajal menjelang, mereka tidak tahu apa-apa, menangis dan membuat kekacauan, sehingga membuat pelatihan diri yang sudah ditimbun semasa hidup jadi sia-sia, sungguh disayangkan.

Penulis : Upasaka Zhan De-ke
Disahkan oleh : Master Yin Guang



歧路指歸
 (一二零)

【問】那將怎樣呢?

【答】一個人要發心學佛,非把家裡的老老少少,以及親戚朋友等,都勸他念佛不可。這不但對別人有益,對自己也大有好處。不然,等到臨終的時候,他們不知道利害,瞎攪和胡亂地鬧,往往弄得前功盡棄,實在可惜。

印光大師 鑑定
戰德克 編述


Penuntun Jalan 119



Penuntun Kembali Ke Jalan Yang Benar 119

Tanya :
Praktisi yang sepanjang hidupnya melafal Amituofo, bagaimana bisa saat menjelang ajal malah melupakan Buddha?

Jawab :
Terkecuali praktisi yang memiliki akar kebijaksanaan yang kuat, atau praktisi yang dalam keseharian ketrampilan melafal Amituofo nya telah mahir, sehingga saat menjelang ajal takkan melupakan melafal Amituofo. Sedangkan sebagian praktisi yang meskipun dalam kesehariannya melafal Amituofo dan beramal, tetapi malah tidak memiliki pelatihan diri yang nyata, saat menjelang ajal, anak istri mengelilingi dan menangisinya, sehingga si pasien jadi tidak ikhlas mati, jadi panik dan kacau, menurut anda pada saat begini masih bisa teringat pada Buddha tidak?

Penulis : Upasaka Zhan De-ke
Disahkan oleh : Master Yin Guang



歧路指歸
 (一一九)

【問】學佛的人,一生念佛,何至臨死,又會把佛給忘記呢?

【答】除非有大根機的人,或者平日修持功夫純熟的人,纔可臨終不忘念佛。至於平常人,雖然平日也念佛,也行行善,卻煤有真實的功夫,一到臨死的時候,妻號子哭,病苦昏迷,生前經過的事件,死後未了的牽纏,千頭萬緒,一一湧上心來。於是貪生怕死,手忙腳亂,你想這個時候。心裡還有佛的影子嗎?

印光大師 鑑定
戰德克 編述


Penuntun Jalan 118



Penuntun Kembali Ke Jalan Yang Benar 118

Tanya :
Dalam keseharian melafal Amituofo, menjelang ajal dengan sendirinya Buddha akan datang menjemput, buat apa lagi harus mempersiapkan diri terlebih dulu?

Jawab :
Seorang praktisi saat menjelang ajalnya, sebutir niat pikirannya yang paling terakhir, adalah sangat penting. Sebersit niat pikiran terakhir inilah yang menentukan dirinya akan terlahir di alam mana, apakah terlahir ke Alam Sukhavati, Alam Dewa, atau kembali ke Alam Manusia, atau jatuh ke Neraka, juga karena sebutir niat pikiran terakhir tersebut. Pada saat itu haruslah ingat melafal Amituofo, barulah ada harapan terlahir ke Alam Sukhavati. Apabila melupakan melafal Amituofo, maka harapan tersebut tidak bisa diandalkan.

Penulis : Upasaka Zhan De-ke
Disahkan oleh : Master Yin Guang



歧路指歸
 (一一八)

【問】平時念佛,臨死,佛自然來接引,還用怎麼準備呢?

【答】人到臨死的時候,最後的那一個念頭,是最要緊的。生西方,在這一個念頭,上天堂,入地獄,也都在這一個念頭。到那個時候,必須要記得念佛,然後纔有生西方的希望。若是把念佛忘記了,就靠不住了。

印光大師 鑑定
戰德克 編述


Penuntun Jalan 117



Penuntun Kembali Ke Jalan Yang Benar 117

Tanya:
Kenapa orang masih baik-baik, mendadak harus mempersiapkan terlebih dulu urusan kematiannya, bukankah ini pantang?

Jawab:
Pantang atau tidak, sejak dulu hingga sekarang, mana ada manusia yang tidak mati. Oleh karena cepat atau lambat pasti mati, mengapa tidak sejak dini mempersiapkan diri terlebih dulu. Apalagi bagi seorang praktisi, merenungkan kematian dan terlahir ke Alam Sukhavati, bagaikan melompat keluar dari lubang bara api, juga ibarat pengelana pulang ke rumah, merupakan hal yang amat membahagiakan, kenapa malah dibilang pantang?

Penulis : Upasaka Zhan De-ke
Disahkan oleh : Master Yin Guang



歧路指歸
 (一一七)

【問】怎麼好好的人,忽然預先準備起死時的事來,這不是不吉利嗎?

【答】吉利也罷,不吉利也罷,人從來沒有不死的。既然早晚都會死,何妨預先談談。何況學佛的人,想著死了生方,就像從火坑裡跳出來一樣,又和出外的人回家一樣,是很快樂的事情,怎麼說不吉利呢?

印光大師 鑑定
戰德克 編述


Penuntun Jalan 116



Penuntun Kembali Ke Jalan Yang Benar 116

Bab 8. Persiapan Praktisi Pelafal Amituofo Saat Menjelang Ajal

Tanya :
Dengan mengikuti cara melafal Amituofo yang telah dibahas sebelumnya, maka saat menjelang ajal pasti dapat terlahir ke Alam Sukhavati, harusnya tidak ada masalah lainnya lagi bukan? 

Jawab :
Seorang praktisi kala menghadapi ajalnya, banyak hal yang perlu diperhatikan, maka itu sebaiknya membuat persiapan terlebih dahulu.

Penulis : Upasaka Zhan De-ke
Disahkan oleh : Master Yin Guang



歧路指歸
 (一一六)

捌、念佛人臨終的準備

【問】照上面所說的念佛方法好好念去,等到壽終以後,一定生到西方去,沒有別的問題嗎?

【答】修行的人,臨死的時候,格外的要緊,應該預先作一個準備纔好。

印光大師 鑑定
戰德克 編述